DESAIN KOMPETENSI DAN TUJUAN PEMBELAJARAN PAI (2)
Desain Pembelajaran PAI Berbasis ICT & Web
DESAIN KOMPETENSI
DAN TUJUAN PEMBELAJARAN PAI
Dosen
Pengampu: Firmansah Kobandaha, M.Pd.I
Oleh Kelompok 2:
Ahmad Tursandi Junus
Anisa Lihawa
Tri Tuti
Prisela Tumode
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
IAIN SULTAN AMAI GORONTALO
2019
KATA PENGANTAR
Kompetensi adalah kecakapan yang memadai untuk melakukan suatu tugas atau
sebagai memiliki ketrampilan & kecakapan yang diisyaratkan. Sedangkan
kompetensi menurut Van Looy, Van Dierdonck, and Gemmel menyatakan
kompetensi adalah sebuah karakteristik manusia yang berhubungan dengan
efektifitas performa, karakteristik ini dapat dilihat seperti gaya bertindak,
berperilaku, dan berpikir.
Kompetensi
yang harus dikuasai peserta didik perlu dinyatakan sedemikian rupa agar dapat
dinilai, sebagai wujud hasil belajar peserta didik mengacu pada
pengalaman langsung. Peserta didik perlu mengetahui tujuan belajar, dan
tingkat-tingkat penguasaan yang akan digunakan sebagai criteria pencapaian
secara eksplisit, dikembangkan berdasarkan tujuan-tujuan yang telah di
tetapkan, dan memiliki konstribusi terhadap kompetensi-kompetensi yang sedang
dipelajari. Penilaian terhadap pencapaian kompetensi perlu dilakukan secara
objektif, berdasarkan kinerja peserta didik, dengan bukti penguasaan mereka
terhadap pengetahuan, keterampilan, nilai dan sikap sebagai hasil belajar.
Dengan demikian dalam pembelajaran yang di rancang berdasarkan kompetensi,
penilaian tidak dilakukan berdasarkan pertimbangan yang bersifat subjektif.
Oleh
karena itu, kompetensi merupakan factor penentu berhasil tidaknya tujuan
pembelajaran. Dengan kompetensi yang tinggi yang dimiliki oleh peserta didik
maka tentu hal ini dapat menentukan kualitas pembelajaran yang baik. Sehingga
pada akhirnya, hal ini dapat melahirkan peserta didik yang berkualitas tinggi
dalam segala hal, baik kognitif, afektif, Maupun psikomotorik.
DAFTAR ISI
Kata Pengantar.......................................................................................................
i
Daftar Isi................................................................................................................
ii
BAB I PENDAHULUAN.............................................................................
4
A.
Latar
Belakang................................................................................................
4
B.
Rumusan
Masalah...........................................................................................
4
C.
Tujuan
Penulisan.............................................................................................
5
BAB II PEMBAHASAN.................................................................................6
A.
Pengertian Kompetensi
Pembelajaran..................................................................................................... 6
B.
Cara Mendesain Kompetensi............................................................................
7
C. Tujuan Pembelajaran...........................................................................................8
BAB III PENUTUP....................................................................................... 12
A.
Kesimpulan.......................................................................................................12
DAFTAR PUSTAKA...................................................................................... 13
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Pendidikan
menjadi hal yang utama dan pertama dalam meningkatkan pengatahuan anak.
Pendidikan yang baik adalah pendidikan yang membuat anak menjadi pandai dan
dewasa sehingga dapat mengikuti pekembangan zaman. Proses pendidikan harus
diatur sedemikian rupa dalam rangka mewujudnya anak didik yang pandai dan
dewasa tersebut. Pendidikan akan berlangsung dengan baik apabila dalam proses
belajar mengajarnya dipersiapkan terlebih dahulu. Beberapa hal disiapkan oleh
pendidik agar proses belajar mengajar tersebut dengan tujuan agar berjalan
dengan lancar dan tujuan-tujuan pembelajaran yang telah ditentukan sebelumnya
dapat tercapai.
Sebagai
mahasiswa calon pendidik tentunya aktivitas-aktivitasnya tidak dapat dilepaskan
dengan proses pembelajaran sehingga harus mengetahui tentang proses pembelajaran
tersebut. Proses pembelajaran merupakan proses yang sistematis dimana setiap
komponennya sangat menentukan keberhasilan belajar peserta didik. Proses
pembelajaran juga dikatakan sebagai suatu sistem dimana proses belajar mengajar
saling berkaitan dan bekerja sama untuk mencapai tujuan yang ingin
dicapai.Tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik, maka perlu adanya
dpersiapan komponen-komponen pembelajaran.
Kegiatan menyiapkan komponen pembelajaran atau perencanaan desain ini
diharapkan dapat mempermudah dalam mencapai tujuan pembelajaran yang telah
ditentukan disertai dengan berbagai langkah antipatif guna memperkecil
kesenjangan yang terjadi. Oleh karena itu penyusunan makalah ini diharapkan
dapat membantu mahasiswa calon pendidik untuk memahami komponen pembelajaran
terutama dalam kompeensi pembelajaran.
B.
Rumusan
Masalah
Berdasarkan
latar belakang masalah di atas, adapun rumusan masalah yang akan dibahas dalam
makalah ini adalah sebagai berikut
1.
Apa yang
dimaksud dengan kompetensi pembelajaran ?
2.
Bagaimana
cara mendesain kompetensi pembelajaran ?
3. Apa tujuan pemelajaran PAI?
C.
Tujuan
Penulisan
Berdasarkan rumusan masalah di atas,
adapun tujuan dari pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut :
1.
Untuk
mengetahui kompetensi pembelajaran
2.
Untuk
mengetahui cara mendesain kompetensi pembelajaran
3.
Untuk
mengetahui tujuan pembelajaran PAI.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Kompetensi Pembelajaran
Kompetensi
berasal dari kata competence, yang berati kecakapan, kemampuan
Pengertian kompetensi berdasarkan definisi Mendiknas (SK.04/U/2002), bahwa
kompetensi merupakan seperangkat tindakan cerdas, penuh tanggung jawab yang
dimiliki oleh seorang sebagai syarat untuk dianggap mampu oleh masyarakat dalam
melaksanakan tugas-tugas dibidang tertentu. Pengertian dari Mendiknas ini
mengandung tiga hal pokok yang menjadi potensi dalam kompetensi. Ketiga hal
tersebut yaitu akal berpikir (mental) yang berupa seperangkat tindakan cerdas,
potensi perasaan (emosi) berupa rasa penuh tanggung jawab, dan potensi untuk
melaksanakan tugas-tugas.
Menurut R.M.
Guion dalam Spencer and Spencer mendefinisikan kemampuan atau kompetensi
sebagai karakteristik yang menonjol bagi seseorang dan mengindikasikan
cara-cara berperilaku atau berpikir, dalam segala situasi dan berlangsung terus
dalam periode waktu yang lama. Dari pendapat tersebut dapat dipahami bahwa
kemampuan adalah merujuk pada kinerja seseorang dalam suatu pekerjaan yang bisa
dilihat dari pikiran, sikap, dan perilakunya.
Dalam
hal pembelajaran, terjadi interaksi dua arah yakni antara peserta didik dengan
pendidik. Oleh karena itu, perlu juga adanya kompetensi yang dimiliki oleh
peserta didik yaitu, kemampuan peserta didik untuk mengerjakan sesuatu dengan
baik sebagai hasil dari proses pembelajaran atau pendidikan yang
diikutinya.
Sehingga kompetensi merupakan kemampuan yang harus dimiliki oleh individu
dalam melaksanakan tugas-tugas sesuai dengan uraian tugas yang dilakukannya.Juga
kompetensi dapat dikatakan sebagai pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai
yang direfleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak.Kebiasaan berfikir
dan bertindak yang secara konsisten dan terus-menerus memungkinkan seseorang
menjadi kompoten, dalam arti memiliki pengetahuan, keterampilan, dan
nilai-nilai untuk melakukan sesuatu.
Untuk
menjadi seorang guru yang ideal, kita harus memiliki 4 macam kompetensi :
Kompetensi paedegogik, kompetensi kepribadian, kompetensi professional dan
kompetensi social.
B.
Cara Mendesain Kompetensi
Alternative pertama mendesain kompetensi atau tujuan pembelajaran atau
hasil belajar mata kuliah atau mata pelajaran yaitu berdasarkan KBK (kurikulum
berbasis kompetensi), lazimnya ada tiga komponen yang harus dirumuskan khususnya
dalam KBK, yaitu:
1. Standar
kompetensi
2. Kompetensi
dasar
3. Indicator
Standar
Kompetensi adalah kebulatan pengetahuan, keterampilan, sikap, dan tingkat
penguasaan yang diharapkan dicapai dalam mempelajari suatu mata kuliah. Cakupan
standar kompetensi yaitu 1. standar isi (content standard) dan 2. standar
penampilan (performance standar). Dengan kata lain Standar Kompetensi adalah
sebuah keutuhan prestasi terbesar dari mata kuliah yang
diperoleh mahasiswa atau sebuah keutuhan prestasi terbesar dari
mata pelajaran setelah mengalami proses pembelajaran dalam satu semester.
Sedangkan
Kompetensi Dasar adalah jabaran dari standar kompetensi yaitu pengetahuan,
keterampilan dan sikap minimal yang harus dikuasai dan dapat
ditampilkan siswa atau mahasiswa.
Dengan kata lain, Kompetensi Dasar
adalah kompetensi-kompetensi pendukung atau penentu keberhasilan
tercapainya Standar Kompetensi. Tanpa penguasaan Kompetensi Dasar mahasiswa
atau siswa tidak akan mungkin berhasil dengan utuh atau sempurna akan
tercapainya Standar Kompotensi sebagai hasil prestasi terbesar sebagai sebuah
totalitas.
Indikator
adalah rumusan kompotensi yang lebih spesifik yang menunjukkan ciri-ciri
penguasaan suatu kompetensi dasar atau sub-kompetensi. Sebuah kompetensi dasar
memiliki beberapa bukti atau tanda penguasaan.
C.
Tujuan
Pembelajaran Pendidikan Agama Islam
Tujuan ialah suatu yang
diharapkan tercapai setelah sesuatu usaha atau kegiatan selesai. Maka
pendidikan merupakan suatu usaha dan kegiatan yang berproses melalui
tahap-tahap dan tingkatan-tingkatan, sehingga tujuannya bertahap dan
bertingkat. Tujuan pendidikan bukanlah suatu benda yang berbentuk tetap dan
statis, tetapi ia merupakan suatu keseluruhan dari kepribadian seseorang,
berkenaan dengan seluruh aspek kehidupannya.
Dan dari sini dapat diketahui
betapa pentingnya kedudukan pendidikan agama dalam membangun manusia Indonesia
seutuhnya, dapat dibuktikan dengan ditempatkannya unsur-unsur agama dalam
sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.
.
Pendidikan agama Islam di
sekolah atau madrasah bertujuan untuk menumbuhkan dan meningkatkan keimanan
melalui pemberian dan pemupukan pengetahuan, penghayatan, pengamalan serta
pengalaman peserta didik tentang agama Islam sehingga menjadi manusia muslim
yang terus berkembang dalam hal keimanan, ketakwaannya, berbangsa, serta untuk
dapat melanjutkan pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi. [1]
Pendidikan agama Islam juga
mempunyai tujuan pembentukan kepribadian muslim, yaitu suatu kepribadian yang
seluruh aspeknya dijiwai oleh ajaran Islam.[2]
Sedangkan tujuan pendidikan
agama Islam sendiri diarahkan pada pencapaian tujuan, yakni tujuan jangka
panjang (tujuan umum/ tujuan khusus) dan tujuan jangka pendek atau tujuan
khusus adalah merupakan hasil penjabaran dari tujuan pendidikan jangka panjang
tadi atau tujuan hidup. Karena tujuan umum tersebut akan sulit dicapai tanpa
dijabarkan secara operasional dan terperinci secara specifik dalam suatu
pengajaran.
Maka jika kita perhatikan
tujuan dari pendidikan agama Islam adalah sejalan dengan tujuan hidup manusia
itu sendiri, yakni sebagaimana tercermin dalam firman Allah dalam surat
Adzariat ayat 56 : وَمَاخَلَقْتُ اْلجِنَّ وَاْلاِنْسَ اِلاَّلِيَعْبُدُوْن َ
“Dan aku tidak menciptakan Jin dan manusia
melainkan supaya mereka menyembah-Ku” (Q.S Adzariat, 56)
Dengan demikian tujuan
pendidikan Islam haruslah diarahkan pada pencapaian tujuan akhir tersebut,
yaitu membentuk insan yang senantiasa berhamba kepada Allah, dalam semua aspek
kehidupannya. [3]
Dari beberapa tujuan itu dapat
ditarik beberapa dimensi yang hendak ditingkatkan dan dituju oleh kegiatan PAI,
yaitu:
1) Dimensi keimana peserta didik
terhadap ajaran agama Islam.
2) Dimensi pemahaman atau penalaran
(itelektual) serta keilmuan peserta didik terhadap ajaran agama Islam.
3) Dimensi penghayatan atau
pengalaman batin yang dirasakan peserta didik dalam menjalankan ajaran Islam.
4) Dimensi pengamalannya, dalam arti
bagaimana ajaran Islam yang telah diimani, difahami dan dihayati sebagai
manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT dan berakhlak mulia, serta
diaktualisasikan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.[4]
5) Tujuan pendidikan agama Islam
yang bersifat umum kemudian dijabarkan lagi dengan disesuaikan dengan jenjang
pendidikan menjadi tujuan-tujuan khusus pada setiap jenjang pendidikan dasar
dan menengah.
Pendidikan agama Islam pada
jenjang pendidikan dasar bertujuan memberikan kemampuan dasar kepada peserta
didik tentang agama Islam untuk mengembangkan kehidupan beragama, sehingga
menjadi manusia muslim yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT. Serta
berakhlak mulia sebagai pribadi, anggota masyarakat, warga negara, dan anggota
umat manusia.
Sedangkan pendidikan agama
Islam pada jenjang pendidikan menengah (SMU) bertujuan untuk meningkatkan
keyakinan, pemahaman, penghayatan, dan pengamalan peserta didik tentang agama
Islam, sehingga menjadi manusia muslim yang beriman dan bertaqwa kepada Allah
SWT. Serta berakhlak mulia dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat, berbangsa
dan bernegara, serta untuk melanjutkan pendidikan pada jenjang yang lebih
tinggi.
Untuk mencapai tujuan-tujuan
khusus tersebut, kemudian dijabarkan secara rinci dalam bentuk
kemampuan-kemampuan dasar yang diharapkan dari peserta didik setelah
menyelesaikan (tamat dari) jenjang pendidikan
Tujuan pendidikan agama Islam
tidak hanya bisa dipandang dari satu sisi saja atau bisa dikatakan bahwasannya
pendidikan agama Islam membentuk manusia melakukan hal baik dalam segala sisi,
antara manusia dengan tuhan dan manusia dengan manusia yang lainya.
Dalam buku yang berjudulkan
“Pendidikan Islam Di Rumah Dan Sekolah” yang ditulis oleh Abdurrahman An
Nahlawi dikatakan bahwasannya tujuan pendidikan Islam adalah merealisasikan
penghambaan kepada Allah dalam kehidupan manusia, baik secara individual maupun
secara sosial.
Sedangkan Prof. H.M. Arifin,
dalam bukunya “Pendidikan Islam” halaman 38 dikatakan bahwasanya bila dilihat
dari ilmu pendidikan teoritis, tujuan pendidikan ditempuh secara bertingkat,
misalnya tujuan intermediair (sementara atau antara) yang dijadikan batas sasaran
kemampuan yang harus dicapai dalam proses pada tingkat tertentu, untuk mencapai
tujuan akhir.
Tujuan insidental merupakan
peristiwa tertentu yang tidak direncanakan, akan tetapi dapat dijadikan sasaran
pendidikan yang mengandung tujuan tertentu yaitu anak didik timbul kemampuan
untuk memahami arti kekuasaan tuhan yang harus diyakini kebenarannya. Tahap
kemampuan ini menjadi bagian dari tujuan antara untuk mencapai tujuan akhir
pendidikan.
Tujuan pendidikan agama Islam
juga dapat dirumuskan sebagaimana berikut:
1. Untuk mempelajari secara
mendalam tentang apa sebenarnya (hakekat) agama Islam itu, dan bagaimana posisi
serta hubungannya dengan agama-agama lain dalam kehidupan budaya manusia.
2. untuk mempelajari secara
mendalam pokok-pokok isi ajaran agama yang asli, bagaimana penjabaran Islam
sepanjang sejarahnya.
3. untuk mempelajari secara
mendalam sumber ajaran agama Islam yang tetap abadi dan dinamis, bagaimana
aktualisasinya sepanjang sejarahnya.
4. untuk mempelajari secara
mendalam prinsip-prisip dan nilai-nilai dasar ajaran agama Islam, dan bagaimana
realisasinya dalam membimbing dan mengarahkan serta mengontrol perkembangan
budaya dan peradaban manusia pada zaman modern ini.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
1.
Kompetensi
berasal dari kata competence, yang berati kecakapan,
kemampuan. Pengertian kompetensi berdasarkan definisi Mendiknas (SK.04/U/2002), bahwa
kompetensi merupakan seperangkat tindakan cerdas, penuh tanggung jawab yang
dimiliki oleh seorang sebagai syarat untuk dianggap mampu oleh masyarakat dalam
melaksanakan tugas-tugas dibidang tertentu. Pengertian dari Mendiknas ini
mengandung tiga hal pokok yang menjadi potensi dalam kompetensi. Ketiga hal tersebut
yaitu akal berpikir (mental) yang berupa seperangkat tindakan cerdas, potensi
perasaan (emosi) berupa rasa penuh tanggung jawab, dan potensi untuk
melaksanakan tugas-tugas.
2. Alternative pertama mendesain kompetensi atau tujuan pembelajaran atau
hasil belajar mata kuliah atau mata pelajaran yaitu berdasarkan KBK (kurikulum
berbasis kompetensi), lazimnya ada tiga komponen yang harus dirumuskan
khususnya dalam KBK, yaitu:
1.
Standar
kompetensi
2.
Kompetensi
dasar
3.
Indicator
3. Sedangkan tujuan pendidikan agama Islam sendiri diarahkan pada pencapaian
tujuan, yakni tujuan jangka panjang (tujuan umum/ tujuan khusus) dan tujuan
jangka pendek atau tujuan khusus adalah merupakan hasil penjabaran dari tujuan
pendidikan jangka panjang tadi atau tujuan hidup.
DAFTAR PUSTAKA
http://yodhikans.blogspot.co.id/2014/11/desain-kompetensi-pembelajaran.html/diakses-pada-tanggal-04-November-2016/pukul-08.30

Komentar
Posting Komentar