DESAIN MATERI PEMBELAJARAN PAI (3)
DESAIN MATERI PEMBELAJARAN PAI
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Desain Pembelajaran
PAI Berbasis ICT & WEB
Dosen
Pengampu :
Firmansah
Kobandaha, M.Pd.I
Oleh
:
Kelompok
III
Andrika
Mooduto
Putri
Lifia Potabuga
Wirnaningsi
Abdullah
JURUSAN PENDIDIKAN
AGAMA ISLAM
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SULTAN AMAI
GORONTALO
2019
KATA PENGANTAR
Puji syukur
pemakalah panjatkan kepada Allah Swt karena atas berkat limpahan Rahmat dan
Karunia-Nya sehingga pemakalah dapat menyusun makalah “ Desain Materi
Pembelajaran PAI ” dengan lancar.
Pemakalah juga tak lupa mengucapkan banyak
terima kasih pada rekan-rekan yang sudah membantu, serta Dosen pengampu mata
kuliah Desain Pembelajaran PAI Berbasis ICT & WEB yang sudah membimbing
kami sehingga pemakalah bisa membuat makalah ini sesuai dengan ketentuan yang
berlaku hingga jadi sebuah makalah yang Insya Allah baik dan benar. Dari
sanalah semua kesuksesan ini berawal, semoga semua ini bisa memberikan sedikit
kebahagiaan dan menuntun pada langkah yang lebih baik lagi.
Pemakalah
berharap semoga makalah ini dapat menjadi pembelajaran, memperluas wawasan, dan
memberi manfaat bagi kita sekalian. Pemakalah menyadari bahwa makalah ini masih
jauh dari kesempurnaan baik dari bentuk penyusunan maupun materinya.
Sehingganya Kritik dan saran dari pembaca sangat pemakalah harapkan untuk
penyempurnaan makalah selanjutnya.
Akhir kata, pemakalah berharap agar makalah ini
bisa bermanfaat bagi semua pembaca dan seluruh mahasiswa IAIN Sultan Amai
Gorontalo.
Gorontalo,
29 Maret 2019
Pemakalah
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR........................................................................................... i
DAFTAR ISI.......................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN..................................................................................... 1
A.
Latar Belakang............................................................................................. 1
B.
Rumusan Masalah........................................................................................ 1
C.
Tujuan.......................................................................................................... 1
BAB
II PEMBAHASAN....................................................................................... 2
A.
Pengertian
Desain....................................................................................... 2
B.
Pendidikan
Agama Islam............................................................................ 2
C.
Tujuan
dari Desain Pembelajaran PAI........................................................ 6
BAB III PENUTUP............................................................................................. 10
A.
Kesimpulan................................................................................................ 10
B.
Saran.......................................................................................................... 10
DAFTAR PUSTAKA......................................................................................... 11
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Pendidikan merupakan suatu keharusan bagi manusia baik sebagai
makhluk individual maupun makhluk sosial. Adapun intisari pendidikan formal
yang mengembangkan sumber daya manusia menuju sistem yang terpadu dan terarah
lebih maju pada setiap aspek kehidupan.
Desain pembelajaran adalah keseluruhan proses analisis kebutuhan
dan tujuan belajar serta pengembangan
teknik belajar dan materi pembelajarannya untuk memenuhi kebutuhan tersebut, pembelajaran
kegiatan mengajar, uji coba, revisi,dan kegiatan mengevaluasi hasil belajar.
Desain pembelajar sebagai suatu resep dalam menyusun peristiwa dan
kegiatan yang diberikan untuk memberikan petunjuk kearah pencapaian tujuan
belajar tertentu. Hasil proses desain pembelajaran dan media yang akan digunakan
untuk mencapai tujuan.
Dengan demikian materi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) merupakan salah satu aspek pengembangan
pembelajaran. Maka dari itu makalah kali
ini akan membahas mengenai Desain Materi Pembelajaran PAI.
B.
Rumusan
Masalah
1.
Pengertian
Desain?
2.
Bagaimana
Pendidikan Agama Islam itu?
3.
Apa
tujuan dari Desain Pembelajaran Pendidikan Agama Islam?
C.
Tujuan
1.
Untuk
mengetahui pengertian Desain
2.
Untuk
mengetahui bagaimana Pendidikan Agama Islam
3.
Untuk
Mengetahui tujuan dari Desain Pembelajaran Pendidikan Agama Islam
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Desain
Menurut Etimologi Desain berasal dari bahasa inggris “Design”
yang artinya rancangan, rencana atau reka rupa. Dari kata Design timbulah
kata Desain yang artinya mencipta, memikir atau merancang yang adalah susunan
dari garis, bentuk, ukuran, warna dan juga nilai (value).
Desain pembelajaran adalah keseluruhan proses analisis kebutuhan
dan tujuan belajar serta pengembangan
teknik belajar dan materi pembelajarannya untuk memenuhi kebutuhan tersebut,
pembelajaran kegiatan mengajar, uji coba, revisi,dan kegiatan mengevaluasi hasil belajar.
Desain pembelajar sebagai suatu resep dalam menyusun peristiwa dan
kegiatan yang diberikan untuk memberikan petunjuk kearah pencapaian tujuan
belajar tertentu. Hasil proses desain pembelajaran dan media yang akan
digunakan untuk mencapai tujuan.
B.
Pendidikan
agama Islam
a.
Pengertian
Materi Pembelajaran PAI
Pendidikan Agama Islam adalah suatu subyek pembelajaran yang
dimaksudkan dalam kurikulum setiap lembaga pendidikan di Indonesia, karena
kehidupan beragama merupakan salah satu dimensi kehidupan yang dapat diwujudkan
secara terpadu dengan dimensi kehidupan lain pada setiap warga negara.
Pendidikan Agama Islam merupakan salah satu bidang studi yang harus
dipelajari dalam rangka menyelesaikan pendidikan pada tingkat tertentu, yang didesain dan
diberikan kepada pembelajaran yang beragama Islam agar mereka dapat
mengembangkan dan meningkatkan keberagamaan.
Dalam sistem pendidikan di Indonesia, Pendidikan Agama Islam merupakan
salah satu bidang studi yang harus dipelajari dalam rangka menyelesaikan
pendidikan pada tingkat tertentu, yang didesain dan diberikan kepada pelajar
yang beragama Islam agar mereka dapat mengembangkan dan meningkatkan
keberagamaannya.
Sedangkan pengertian Pendidikan Islam adalah suatu sistem
Pendidikan yang dimaksud untuk membentuk manusia muslim yang sesuai dengan
pandangan Islam. Sebagai suatu sistem, Pendidikan Islam mempunyai
komponen-komponen atau faktor-faktor pendidikan secara keseluruhan yang
mendukung terwujudnya pembentukan kepribadian muslim yang ideal.
Berbeda dengan Pendidikan Agama Islam yang lebih menekankan pada
niai-nilai Islam untuk memberi warna pada kualifikasi lulusan, maka Pendidika
Islam lebih menekankan pada kepribadian muslim yang memiliki kualifikasi
tertentu. Dengan demikian, sistem pendidikan Islam tidak hanya terbatas pada
subyek pelajaran serta seluruh komponen dan faktor pendidikan. Bahkan dengan
sistem ini, subyek pelajaran Pendidikan Agama Islam mungkin tidak diberikan
secara khusus, karena seluruh subyek pelajaran berintegrasi dengan subyek
pelajaaran Pendidikan Agama Islam.
Selanjutnya, istilah Pendidikan Keislaman merupakan salah satu
jenis pendidikan keagamaan, yakni pendidikan yang secara khusus dimaksudkan
untuk memberikan bekal profesional di bidang keagamaan kepada pembelajar.
Pendidikan ini diselenggarakan dalam
rangka mempersiapkan pembelajar agar kelak mampu mengemban tugas yang menuntut
penguasaan pengetahuan khusus tentang Ajaran Agama Islam.
Dalam sistim pendidikan di Indonesia, secara kelembagaan,
Pendidikan Keislaman diselenggarakan melalui Madrasah dan Perguruan Tinggi Agama
Islam. Karena bertujuan menyiapkan tenaga kerja yang profesional dibidang Agama
Islam, maka pendidikan ini hanya diperuntukan bagi pebelajar yang beragama
Islam saja.
Dari uraian di atas, tampak jelas bahwa ketiga istilah tersebut
secara konsepsional memiliki acuan makna berbeda sehingga penggunaannya tidak
dapat dipertukarkan. Dalam pembahasan selanjutnya, Pendidikan Agama Islam akan
mengacu pada pengertian sebagaimana yang telah dikemukakan, yakni bidang studi
yang berisi tentang ajaran Agama Islam,
yang ada umumnya telah tersusun secara sistematis dalam ilmu-ilmu keislaman,
yang harus dikuasai oleh pebelajar pada tingkat atau level tertentu.
Dengan demikian, yang dimaksudkan dengan Pembelajaran Pendidikan Agama
Islam adalah suatu upaya untuk membelajarkan pelajar yang beragama Islam
tentang ajara Islam sebagaimana yang tersusun secara sitematis dalam ilmu-ilmu
keislaman.
Sedangkan pengertian Materi Pembelajaran PAI adalah salah satu
bidang studi yang terdiri dari pengetahuan, sikap, dan keterampilan dalam
ajaran Islam yang dikembangkan berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan (SKL),
Standar Kompetensi (SK), dan Kompetensi Dasar (KD) pada standar ini yang harus
dipelajari oleh siswa dalam rangka mencapai kompetensi yang telah ditentukan
b.
Isi
Materi Pembelajaran PAI
Isi materi pembelajaran adalah bidang studi yang telah dipilih
berdasarkan kriteria keilmuan dan penggunaannya dapat menunjang tercapainya
tujuan institusional (lembaga). Bidang studi pada dasarnya adalah
pengetahuan dan pengalaman manusia pada masa lampau yang disusun secara logis
melalui prosedur dan metode keilmuan.
Hyman (1973) memberikan batasan tentang isi materi pembelajaran
adalah: Ilmu Pengetahuan (seperi fakta, keterangan, prinsip-prinsip, definisi),
keterampilan dan proses (seperti membaca, menulis, berhitung, menari, berpikir
kritis, berkomunikasi lisan dan tertulis), dan lain-lain (seperti konsep tentang
hal-hal baik dan buruk, betul dan salah, indah dan jelek).
Pendidikan Agama Islam dikategorikan sebagai salah satu bidang
studi yang menjadi muatan atau sistem kurikulum disebagai jalur, jenis, dan
jenjang pendidikan di Indonesia (UUSP, 2003), memiliki content (isi)
pengetahuan berupa fakta, konsep, prosedur dan prinsip, dan berisi keterampilan
dan nilai.
Secara
lebih terperinci ketiga isi materi pembelajaran PAI tersebut dapat diuraikan
sebagai berikut.
1)
Pengetahuan
Isi Materi Pembelajaran PAI yang berupa pengetahuan meliputi fakta,
konsep, prinsip, dan prosedur.
Klasifikasi isi materi pembelajaran PAI dalam ranah pengetahuan
adalah sebagai berikut:
|
No.
|
Jenis
|
Pengertian
|
|
1.
|
Fakta
|
Mudah dilihat, menyebutkan nama, jumlah, dan bagian-bagiannya.
|
|
2.
|
Konsep
|
Definisi, identifikasi, klasifikasi, ciri-ciri khusus
Contoh: pengertian Iman, Ciri-ciri orang beriman tanda-tanda
orang munafik.
|
|
3.
|
Prinsip
|
Penerapam dalil hukum, rumus, (diawali dengan jika..., maka...,)
Contoh: jika bermain dan bertaqwa maka akan di bukakan pintu
berkah dari langit.
|
|
4.
|
Prosedur
|
Bagan arus atau bagan alur (flowchart) alogaritma
langkah-langkah mengerjakan sesuatu secara urut.
Contoh: tatacara berwudhu, lafal azan dan iqamah, rukun shalat.
|
2)
Keterampilan
Materi pembelajran yang berhubungan dengan keterampilan antara lain
kemampuan mengembangkan ide, menggunakan bahan, menggunakan peralatan, dan
teknik kerja. Ditinjau dari level terampilnya seseorang, aspek keterampilan
dapat dibedakan mejadi gerak awal,semi rutin, dan terampilan. Keterampilan
perlu disesuaikan dengan bakat, minat, dan harapan siswa itu agar mampu
mencapai penguasaan keterampilan bekerja (pre-vocational skill) yang
secara integral ditunjang oleh keterampilan hidup (life skill).
3)
Sikap
atau Nilai
Materi pembelajaran PAI yang tergolong sikap atau nilai adalah
materi yang berkenaan dengan sikap ilmiah, antara lain:
a)
Nilai-nilai
kebersamaan, mampu bekerja berkelompok dengan orang lain yang berbeda suku,
agama dan strata sosial;
b)
Nilai
kejuruan, mampu jujur dalam melaksanakan observasi, eksperimen, tidak
memanipulasi dari hasil pengamatannya;
c)
Nilai
kasih sayang, tak membeda-bedakan orang lain yang mempunyai karakter sama dan
kemampuan sosial ekonomi yang berbeda semua sama-sama makhluk Tuhan;
d)
Tolong
menolong, mau membantu orang lain yang membutuhkan tanpa meminta dan
mengharapkan imbalan apapun;
e)
Semangat
dan minat belajar, mempunyai semangat, minat dan rasa ingin tahu;
f)
Semangat
bekerja; mempunyai rasa untuk bekerja keras, belajar dengan giat;
g)
Mau
menerima pendapat orang lain, mau dikritik, menyadari kesalahannya sehingga
saran dari teman/orang lain dapat diterima dan tidak sakit hati.
c.
Jenis-jenis
pembelajaran PAI
Hadjar (1999) mengatakan bahwa materi pembelajaran Pendidikan Agama
Islam dibedakan menjadi empat jenis, yaitu:
a)
Materi
dasar adalah materi pokok yang wajib dipelajari oleh setiap muslim.
b)
Materi
sekuensial dalah suatu materi atau bidang studi yang menjadi penunjang materi
dasar.
c)
Materi
instrumental adalah materi atau bidang studi yang menjadi alat untuk memahami
materi dasar dan sekuensial.
d)
Materi
pengembangan personal adalah materi yang dapat menambah wawasan keislaman
seseorang.[1]
C.
Tujuan
Desain Materi Pendidikan Agama Islam
Pendidikan Agama Islam di sekolah atau
madrasah bertujuan untuk menumbuhkan dan meningkatkan keimanan melalui
pemberian dan pemupukan pengetahuan, penghayatan, pengamalan serta pengalaman
peserta didik tentang Agama Islam sehingga menjadi manusia muslim yang terus
berkembang dalam hal keimanan, ketakwaannya, berbangsa, serta untuk dapat
melanjutkan pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Pendidikan Agama Islam juga mempunyai
tujuan pembentukan kepribadian muslim, yaitu suatu kepribadian yang seluruh
aspeknya dijiwai oleh ajaran Islam.
Sedangkan tujuan Pendidikan Agama Islam
sendiri diarahkan pada pencapaian tujuan, yakni tujuan jangka panjang (tujuan
umum/ tujuan khusus) dan tujuan jangka pendek atau tujuan khusus adalah
merupakan hasil penjabaran dari tujuan pendidikan jangka panjang tadi atau
tujuan hidup. Karena tujuan umum tersebut akan sulit dicapai tanpa dijabarkan
secara operasional dan terperinci secara specifik dalam suatu pengajaran.
Maka jika kita perhatikan tujuan dari
Pendidikan Agama Islam adalah sejalan dengan tujuan hidup manusia itu sendiri,
yakni sebagaimana tercermin dalam firman Allah dalam surat Adzariat ayat 56
وَمَاخَلَقْتُ اْلجِنَّ وَاْلاِنْسَ
اِلاَّلِيَعْبُدُوْنَ
“Dan aku tidak menciptakan Jin dan manusia
melainkan supaya mereka menyembah-Ku” (Q.S Adzariat, 56)
Dengan demikian tujuan Pendidikan Agama
Islam haruslah diarahkan pada pencapaian tujuan akhir tersebut, yaitu membentuk
insan yang senantiasa berhamba kepada Allah, dalam semua aspek kehidupannya.
Dari beberapa tujuan itu dapat ditarik
beberapa dimensi yang hendak ditingkatkan dan dituju oleh kegiatan PAI, yaitu:
1) Dimensi keimanan peserta didik terhadap
Pendidikan Agama Islam
2) Dimensi peahaman atau penalaran
(intelektual) serta keilmuan peserta didik terhadap ajaran Agama Islam.
3) Dimensi penghayatan atau pengalaman batin
yang dirasakan peseta didik dalam menjalankan ajaran Agama Islam.
4) Dimensi pengalaman, dengan arti bagaimana
ajaran Islam telah diimani,difahmi dan dihayati sebagai manusia yang beriman
dan bertaqwa kepada Allah swt. Dan berakhlak muia,serta diaktualisasikan dalm
kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
5) Tujuan Pendidikan Agama Islam yang bersifat
umum kemdian dijabarkan lagi dengan disesuaikn dengan jenajng pendidikan dasar
dan menengah.
Pendidikan Agama islam dalam jenjang pendidikan dasar
bertujuan memberikan kemampuan dasar kepada peserta didik tentang agama Islam
untuk mengembangkan kehidupan beragama, sehingga menjadi manusia muslim yang
beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT. Serta berakhlak mulia sebagai pribadi,
anggota masyarakat, warga negara, dan anggota umat manusia.
Sedangkan Pendidikan Agama Islam pada jenjang
pendidikan menengah (SMU) bertujuan untuk meningkatkan keyakinan, pemahaman,
penghayatan, dan pengamalan peserta didik tentang Agama Islam, sehingga menjadi
manusia muslim yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT. Serta berakhlak
mulia dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, serta
untuk melanjutkan pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi.
Untuk mencapai tujuan-tujuan khusus tersebut, kemudian dijabarkan secara
rinci dalam bentuk kemampuan-kemampuan dasar yang diharapkan dari peserta didik
setelah menyelesaikan (tamat dari) jenjang pendidikan.
Tujuan Pendidikan Agama Islam tidak hanya bisa dipandang dari satu sisi
saja atau bisa dikatakan bahwasannya Pendidikan Agama Islam membentuk manusia
melakukan hal baik dalam segala sisi, antara manusia dengan Tuhan dan manusia
dengan manusia yang lainnya.
Dalam buku yang berjudulkan “Pendidikan Islam di Rumah dan Sekolah” yang ditulis
oleh Abdurrahman An-Nahlawi dikatakan bahwasannya tujuan Pendidikan Islam
adalah merealisasikan penghambaan kepada Allah dalam kehidupan manusia, baik
secara individual maupun secara sosial.
Sedangkan Prof. H.M. Arifin, dalam bukunya “Pendidikan
Islam” halaman 38 dikatakan bahwasanya bila dilihat dari ilmu pendidikan
teoritis, tujuan pendidikan ditempuh secara bertingkat, misalnya tujuan intermediair
(sementara atau antara) yang dijadikan batas sasaran kemampuan yang harus
dicapai dalam proses pada tingkat tertentu, untuk mencapai tujuan akhir.
Tujuan insidental merupakan peristiwa tertentu yang
tidak direncanakan, akan tetapi dapat dijadikan sasaran pendidikan yang
mengandung tujuan tertentu yaitu anak didik timbul kemampuan untuk memahami
arti kekuasaan tuhan yang harus diyakini kebenarannya. Tahap kemampuan ini menjadi
bagian dari tujuan antara untuk menapai tujuan akhir pendidikan.
Tujuan pendidikan agama Islam juga dapat dirumuskan sebagaimana berikut:
·
Untuk mempelajari secara mendalam tentang apa
sebenarnya (hakekat) Agama Islam itu, dan bagaimana posisi serta hubungannya
dengan Agama-agama lain dalam kehidupan budaya manusia.
·
Untuk mempelajari secara mendalam pokok-pokok isi
ajaran Agama yang asli, bagaimana penjabaran Islam sepanjang sejarahnya.
·
Untuk mempelajari secara mendalam sumber ajaran agama
Islam yang tetap abadi dan dinamis, bagaimana aktualisasinya sepanjang
sejarahnya.
·
Untuk mempelajari secara mendalam prinsip-prisip dan
nilai-nilai dasar ajaran agama Islam, dan bagaimana realisasinya dalam
membimbing dan mengarahkan serta mengontrol perkembangan budaya dan peradaban
manusia pada zaman modern ini.[2]
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Desain pembelajaran adalah keseluruhan proses analisis
kebutuhan dan tujuan belajar serta
pengembangan teknik belajar dan materi pembelajarannya untuk memenuhi
kebutuhan tersebut, pembelajaran kegiatan mengajar, uji coba, revisi,dan
kegiatan mengevaluasi hasil
belajar.
Materi pembelajaran PAI adalah salah satu bidang studi yang terdiri
dari pengetahuan, sikap, dan keterampilan dalam ajaran Islam yang dikembangkan
berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan (SKL), Standar Kompetensi (SK), dan
Kompetensi Dasar (KD) pada standar ini yang harus dipelajari oleh siswa dalam
rangka mencapai kompetensi yang telah ditentukan.
B. Saran
Penulis sangat menyadari bahwa dalam pembuatan makalah
ini masih belum sempura, penulis sangat membutuhkan kritik dan saran yang
brsifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini, dengan meningkatkan wawasan
kita dan pengetahuan kita.
DAFTAR PUSTAKA
Materi pokok Pendidikan Agama Islam 1-9,Jakarta:Direktorat Jendral
Pembinaan Kelembagaan Agama Islam
Abd. Gafar, Irfan, dan Muhammad Jamil, Reformulasi Rancangan
PendidikanAgama Islam; Paduan Dosen,Guru dan Mahasiswa, Jakarta: Restu Agung,2005
Muhaimimin, Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam di Sekolah,
dan Perguruan Tinggi, Jakarta: PT Raja GrafindoPersada,2007
[1] Materi pokok Pendidikan Agama Islam 1-9,Jakarta:Direktorat Jendral Pembinaan
Kelembagaan Agama Islam

Komentar
Posting Komentar